Rabu, 20 November 2013

My Idol


Aku lupakapan tepatnya, aku mulai mengenal grup band PADI, dengan single nya "sobat" dalam album kompilasi Indi Ten.
Tahun 2000 mereka mengadakan konser di Pontianak, kota tempat aku dilahirkan dan dibesarkan, saat itu aku masih duduk di bangku kuliah.
Berdiri dibarisan depan penonton konser yang memadati Auditorium Untan pada waktu itu. Aku dan sahabatku ikut dalam kemeriahan konser
dan menikmati lagu-lagu yang mereka bawakan disertai dengan jingkrak2 ditempat.

Dari situ aku mulai membaca, sosok "jenius" yang mencipta lirik dan dan musik. Kekagumanku muncul seketika, dengan sosok yang rendah hati,
pengagum khalil gibran dan martin luther king, dengan tidak menjiplak kata-kata dari yang dibaca, melainkan hanya sebagai inspirasi dalam berkarya
aku pun mengidolakan sosok PIYU pada saat itu.

Tahun 2002, Padi mengadakan konser untuk ke 2 kalinya di Pontianak, saat dilihat jadwalnya, pas saat berakhir study tour di Sintang,
salah satu kabupaten di Kalbar. Tiket belum ada, perjalanan 12 jam dari Sintang ke Pontianak menggunakan bis. Jam 9 pagi sampai di Pontianak,
jam 12 siang menunggu pembubaran peserta dan berikut panitia. Gerilya mencari tiket konser. Tetap dipaksakan nonton konser malamnya demi melihat "sosok Piyu"
Badan sudah babak belur karna 3 hari kurang tidur ditambah perjalanan panjang dari jam 9 malam sebelumnya. Tetap bersemangat, jingkrak-jingkrak
di Stadion Sultan Syarif Aburrahman.

Tahun 2003, Padi kembali mengadakan konser di Pontianak, masih di SSA, saat itu aku sedang dalam kegiatan. Menjadi panitia Ospek mahasiswa
baru angkatan 2003. Pada saat hari konser, aku pun masih belum punya tiket. Sepertinya kegiatan kampus cukup menyita waktu.
Ospek 3 hari, dengan panitia harus hadir lebih awal. Jam 4 subuh aku sudah turun dari rumah, berakhir magrib, lanjut dengan rapat panitia.
Hati sudah kacau, kalau-kalau aku kehabisan tiket. Jam 7 malam, aku ,menelpon Bapak dari Wartel, minta ijin nonton konser (walaupun belum ada tiket ditangan)
Aku pergi ke SSA bersama "someone" pada waktu itu. Benar saja,, tiketnya sudah habiiiiiiiissss... (kenapa sih dikit banget tiketnye) hiks.. Daaaann "someone" pun langsung beraksi.
Dia bayar "OmPol" yang berjaga di pintu masuk, demi aku, biar bisa masuk untuk nonton konsernya...

Awal 2004, Mas Piyu datang ke Pontianak, kali ini bersama "Akademi Canda" dan kali ini aku tak menyia-nyiakan kesempatan. Aku sudah punay tiket saat pertama penjualannya.
Aku datang ke Auditorium Polnep, sebelum pintu masuknya dibuka, daaaaaann aku berdiri didekat pintunya, agar aku bisa dapat tempat didepan.
Demi melihat "Sosok Piyu" begitu pintu dibuka dan tiket di periksa, akupun berlari untuk mendapat posisi paling depan.
Benar saja,,, Mas Piyu duduk tepat didepan aku. Senangyaaaaaaaaa.. Bisa melihat Mas Piyu perform solo menyanyikan lagunya Om Iwan Fals.
Tapi sayang, saat Mas Piyu melempar "pic" gitarnya di akhir acara, aku ga dapeet :(

Tak banyak yang tau bahwa aku mengaguminya, hanya seputar orang-orang terdekat dan keluarga saja.
Seorang sahabatku bernama Risa, saat dia membeli majalah kira-kira tahun 2001, dan di majalah itu mengupas profil Piyu Padi.
Risa memberikan beberapa halaman majalahnya untuk aku potong-potong bagian yang ada foto Piyu nya.. :)
Atau ketika ada Piyu di TV, saat jam sudahlewat tengah malam, sang Bapak punmenggedor kamarku, membangunkan aku danmengatakan :
itu di TV ada Piyu..
Atau sahabat-sahabatku, yang tak terlewatkan untuk mengabari ketika Piyu ada di layar kaca, lewat sms, atau mengingatkan dengan kata : Piyu, Piyu....
Begitu juga "seseorang" yang sekarang jadi suami ku, dulu sebelum menikah, karena dia tau aku suka banget sama Piyu, dia berusaha dengan
minta tolong sama temannya yang bekerja di salah satu studio foto terkenal di Bandung, untuk mendapatkan foto Piyu..

2013,, hampir 13 tahun aku mengidolakan "Sosok Piyu", tanpa berusaha untuk meihat langsung sosoknya, waktu itu pernah mencoba untuk mengikuti "Piyu cari lirik"
sayangnya, yang nge-retweet aku sedikit. 
Beberapa waktu belakangan sering melihat pemberitaan seputar kehidupan pribadinya. Sungguh ini untuk pertama kalinya sepangjang aku mengidolakannya
Namun, tetap tidak mengurangi kekagumanku akan karya-karyanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar